Dump Truk Bekas Asal jakarta Tahun 2013

Catatan ini saya buat dari kenangan lama yang muncul kembali dimana ketika saya sedang membuka akun facebook lama milik saya. Saya hanya ingat pada akun tersebut saya pernah upload beberapa foto truk yang pernah saya kemudikan sebelumnya dan ternyata banyak sekali foto-foto yang sudah saya unggah sampai saya lupa bahwa saya pernah mengemudikan truk tersebut pada waktu lampau. Catatan ini saya masukan pada label baru yaitu 'Reverse' yang istilah umumnya sering dipakai dengan menggunakan inisial 'R' pada tongkat perseneling yang ada di mobil dan truk. Alasannya adalah karena sedang membahas tentang riwayat masa lalu maka label 'Reverse' sangat cocok untuk catatan seperti ini.


Sebenarnya saya sendiri lupa kapan truk ini saya kemudikan karena sudah terlalu lama. Ketika waktu melihat tanggal foto tersebut di facebook, saya baru ingat bahwa foto tersebut saya unggah sekitar tahun 2013 tepatnya pada 4 Maret 2013. 2 tahun menurut saya merupakan waktu yang cukup lama untuk dapat mengingat kembali kenangan ketika mengemudikan truk itu. Tidak banyak yang bisa saya ingat tentang pengalaman apa saja yang telah saya jalani saat masih mengemudikan truk tersebut. Beberapa hal yang masih bisa saya ingat adalah truk tersebut bukan sebuah truk baru melainkan truk bekas yang berasal dari jakarta, anda bisa lihat plat nomor truk tersebut.


Truk ini mempunyai gigi sebanyak 10 speed dengan sistem high low yang masih menggunakan saklar dan merupakan yang pertama kali juga saya mengemudikan truk dengan sistem high low. Pada waktu tersebut truk seperti ini sangat banyak sekali dijumpai karena memang kebanyakan orang bila truk jenis ini memiliki tenaga yang mumpuni dan bahan bakar yang cukup irit. Hal lain yang saya masih ingat adalah pada truk ini untuk transmisi perseneling pada gigi 1 dan gigi 5 sudah tidak dapat digunakan sejak pertama saya bawa. Sebenarnya bukan sebuah masalah yang cukup mengganggu karena pada waktu itu angkutan barang rata-rata bukan barang yang berat dan truk ini sangat sanggup berjalan dengan tarikan pertama langsung memakai gigi perseneling ke-2 atau bahkan ke-3.


Cukup lama saya mengemudikan truk seperti ini, tidak ada masalah yang timbul bila barang yang diangkut tergolong barang-barang ringan seperti makanan ternak, gandum, jagung, kedelai dan sejenisnya karena berat tonase maksimal tidak mencapai 30 ton tetapi bila barang yang diangkut kapasitas tonase melebihi 30 ton seperti garam, gula, tanah, pupuk, biji besi dan semacamnya, sedikit hal yang mengganjal dalam hati karena saya tidak dapat menggunakan gigi ke-2 saat tarikan pertama truk berjalan karena dari segi berat barang dapat dipastikan truk tersebut tidak akan mampu berjalan dan bila dipaksakan mesin truk akan mati atau selip pada kampas perseneling. Dengan demikian terpaksa harus menggunakan gigi setengah atau gearbox istilahnya untuk tarikan agar truk berjalan. Hal seperti ini sangat tidak saya sukai karena dalam penggunaan gigi setengah, laju truk sangat lambat akan tetapi RPM (Rotasi Putaran Mesin) sangat tinggi yang membuat mesin cepat rusak. Sebenarnya fungsi gigi setengah biasanya dipakai ketika truk terjebak di lumpur, ambles dan semacamnya. Pernah dulu mesin dari truk dibongkar tepatnya pada bagian bak perseneling dan diganti dengan yang baru tapi yang terjadi malah semakin buruk yaitu semua gigi perseneling tidak dapat digunakan atau gigi tidak mau masuk sama sekali.

Penggunaan Alat Pengamanan Diri (APD) Dalam Perniagaan

Setiap perusahaan yang ada di manapun pasti mengutamakan keselamatan dalam bekerja. Tidak cuma itu saja, beberapa dan sebagian besar sudah menerapkan peralatan yang wajib di gunakan saat melakukan aktifitas kerja seperti helm, kaca mata, sepatu, masker mulut dan rompi. Tidak hanya untuk para pekerja pemerintah saja, sekarang perusahaan luar pemerintah pun juga menerapkan hal serupa.


Seperti perusahaan tempat saya mengirim barang, bila di hitung hampir semua perusahaan yang saya masuki sudah menerapkan hal seperti ini. Beberapa diantaranya sudah menyiapkan perlengkapan keselamatan apabila pengemudi yang bersangkutan belum memiliki atau belum lengkap alat pengamanan diri (APD) yang di gunakan agar dapat memasuki kawasan tersebut. Akan tetapi ada juga perusahaan yang tidak menyiapkan peralatan seperti itu untuk para tamu atau pengemudi angkutan barang karena sebelumnya sudah ada pengumuman tentang pemakaian APD di luar kawasan perusahaan tersebut.


Perusahaan yang tidak memiliki ketersediaan APD tentu saja lebih disiplin dalam hal keamanan, karena tanpa penggunaan peralatan APD, tentu saja tamu ataupun pengemudi angkutan barang tidak di izinkan masuk perusahaan tersebut dengan alasan bahwa tamu atau pengemudi angkutan sudah mengetahui dan memahami peraturan - peraturan yang sudah terpasang di depan pintu masuk perusahaan.


Tidak hanya perusahaan - perusahaan saja yang menerapkan peraturan seperti itu, apabila anda ingin masuk di area terbatas pelabuhan tanjung perak, sebaiknya persiapkanlah peralatan APD anda secara lengkap mulai dari helm, rompi, sepatu, kaca mata. Peralatan seperti ini wajib anda miliki dan gunakan apabila anda ingin memasuki area terbatas tersebut kecuali apabila anda ingin menyebrang atau anda adalah penumpang kapal, anda tidak perlu menggunakan APD.


Foto ini saya ambil di salah satu perusahaan yang pada waktu itu tepat saya mengirim barang di sana dan tentunya saya meminta izin terlebih dahulu pada petugas tentang boleh tidaknya saya mengambil gambar. Sebelum di izinkannya saya mengambil gambar, petugas tersebut bertanya tentang tujuan penggunaan gambar tersebut. Beberapa jawaban yang saya utarakan dan salah satunya adalah untuk pelengkap informasi artikel dalam blog milik saya. Karena tujuan saya memang untuk itu, jadi saya di izinkan mengambil beberapa gambar yang saya butuhkan.


Bagi seseorang yang baru mengunakan peralatan APD, rasanya mungkin bisa di katakan kikuk karena belum terbiasa tentang penerapan hal seperti ini, mungkin perlu beradaptasi beberapa waktu demi keselamatan diri sendiri. Saya sendiri pada awalnya juga merasa kikuk dan aneh menggunakan peralatan APD, tapi lama - lama menjadi kebiasaan yang tidak bisa di hilangkan ketika melakukan aktifitas bekerja.


Jika anda adalah bagian dari salah satu perusahaan yang dikatakan disiplin dalam keamanan, gunakanlah peralatan APD ketika bekerja, berada di lapangan dan juga di jalan. Banyak sekali toko-toko yang menjual peralatan APD seperti ini mulai dari yang murah sampai mahal, semua itu tergantung kualitas barang yang di maksud. Menurut saya lebih baik ysng berkulitas bagus karena untuk keamanan diri sendiri daripada menyesal di lain hari. Semoga bermanfaat.

Kenyamanan Interior Sebuah Truk

Bukan hal aneh bila setiap truk yang di produksi oleh produsen-produsen  truk memiliki perbedaan yang menonjol. Hal ini mungkin merupakan salah  satu tujuan utama yang di usung dalam segi penjualan selain bentuk da performa tentunya. Sebagai orang awam, apabila mendengar kata truk, hal pertama yang di bayangkan adalah bentuk daripada kepala atau cabin truk dan interiornya yang sudah pasti luas dan lega serta nyaman.


Rancangan sebuah interior pada truk bukanlah sesuatu hal yang dapat di kesampingkan. Semua itu perlu di perhatikan secara lebih selain performa. Pekerjaan sehari-hari saya sendiri juga seorang pengemudi truk, bila truk yang akan saya kemudikan berinterior yang bisa di katakan kurang nyaman, maka saya tidak akan mengemudikan truk tersebut. Jika demikian, siapa yang akan di rugikan??...


Interior luas dan nyaman pada sebuah truk dapat membuat pengemudi truk menjadi betah dan giat bekerja karena pengemudi tersebut merasa sangat nyaman berada pada truk tersebut. Sebaliknya, truk yang kurang nyaman dapat membuat pengemudi yang bersangkutan menjadi malas untuk bekerja karena truk yang dikemudikan sangat tidak nyaman dan juga membuat sakit pada tubuh.


Setiap perusahaan pasti mengutamakan kesejahteraan karyawan atau para pekerja mereka, apakah karyawan mereka bekerja secara nyaman atau tidak. Jila hal ini menyangkut sebuah truk, maka pertanyaan yang timbul adalah 'apakah pengemudi truk itu merasa nyaman mengemudikan truk tersebut?'. Nyaman atau tidaknya sebuah pekerjaan hanya pekerja yang bersangkutanlah yang mengetahui hal tersebut.


Apabila pengemudi yang bersangkutan mengatakan bahwa dia tidak merasa nyaman mengemudikan truk truk tersebut, maka secara pasti perusahaan akan menyuruh pengemudi tersebut untuk menaruh truk tersebut dan menggantinya dengan truk yang lain yang kemungkinan besar lebih nyaman digunakan di saat bekerja. Lalu bagaimana nasib truk yang di parkirkan tadi? Dengan begini perusahaan akan tahu bahwa truk yang telah diparkirkan adalah truk yang kenyamanannya kurang. Secara garis besar tentu saja truk tersebut merupakan truk yang bisa di anggap tidak layak di pakai, dengan demikian perusahaan tidak akan menggunakan truk tersebut dan bila ini terjadi, satu-satunya perusahaan yang paling di rugikan adalah produsen truk tersebut karena alasan yang telah di sebutkan sebelumnya.


Sekarang ini atau bahasa gaulnya zaman sekarang, penggunaan alat transportasi seperti motor, mobil barang dan truk merupakan hal-hal atau sesuatu yang tidak dapat di kesampingkan. Tanpa materi angkutan seperti ini, kebutuhan setiap perusahaan sudah pasti tidak akan terpenuhi.


Di negara tercinta ini, ada sistem kerja yang dinamakan 'kerja borongan' dalam industri angkutan truk seperti yang saya geluti saat ini. Karena di namakan kerja borongan, maka tidak ada batasan waktu dalam bekerja.bila anda secara tidak sengaja melihat truk-truk di jalan yang mungkin lewat pada jam-jam yang tidak semestinya atau larut malam, jangan merasa heran karena truk tersebut menerapkan sistiem kerja borongan yang bisa di lakukan sewaktu-waktu tanpa batasan waktu tertentu.


Pekerjaan seperti ini tentu dapat membuat lelah dan pastinya merasa mengantuk di jalan, ketika merasakan kantuk tentu saja pengemudi akan menepikan truk yang di kemudikan untuk beristirahat sejenak. Interior yang nyaman serta luas dapat membuat pengemudi truk tersebut dapat beristirahat dengan nyaman dan ketika usai beristirahat pengemudi sudah siap mengmudikan truknya kembali dengan kondisi badan yang prima.


Sebaliknya, interior yang kurang nyaman dapat membuat pengemudi membatalkan niat untuk beristirahat karena ketidaknyaman yang dirasakan. Jika hal ini terjadi, pengemudi akan mengemudikan truk dengan kondisi lelah dan mengantuk. Mengemudikan kendaraan dengan kondisi mengantuk tentu saja sangatlah berbahaya karena dapat mengakibatkan kecelakaan di jalanan. Semoga bermanfaat.

Peraturan Keamanan Dalam Dunia Truk

Setiap perusahaan pasti memiliki peraturan-peraturan tertentu yang tentunya untuk menunjang kenyamanan dan keamanan bagi yang bersangkutan. Kenyamanan dan keamanan merupakan hal pokok atau dasar daripada sebuah peraturan dan ini wajib dijadikan sebuah kebutuhan. Pada umumnya peraturan-peraturan seperti itu selalu diterapkan pada setiap industri manapun, salah satunya adalah seperti kegiatan yang sedang saya lakukan ketika bongkar muat barang.


Bukan hanya karyawan dalam sebuah industri saja yang harus menaati peraturan seperti ini, pengemudi maupun kenek sebuah truk wajib juga menaati peraturan seperti ini bila memang memiliki sangkut paut dengan industri tersebut atau dengan kata lain masuk dalam area lingkup sebuah perusahaan.


Tujuan utama adalah agar karyawan dalam maupun luar seperti pengemudi dan kenek yang berasal dari perusahaan lain terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. Industri seperti ini selalu menempatkan petugas-petugas khusus dalam setiap kegiatan mulai dari produksi sampai bongkar muat barang dari sebuah truk.



Photo: Aan Rizqi Prayoga(Driver)

Salah satu contoh adalah ketika saya sedang berada dalam area lingkup perusahaan yang menerapkan peraturan seperti ini, anda bisa melihat melalui ilustrasi yang saya tautkan pada catatan ini. Sebelum kegiatan bongkar ataupun muatan, seorang petugas keamanan yang bertanggung jawab pada area tertentu selalu memeriksa kondisi truk yang akan melakukan hal seperti bongkar ataupun muat barang. Dengan demikian kelayakan sebuah angkutan akan segera diketahui apakah angkutan tersebut memang layak atau tidak untuk muat barang dari perusahaan tersebut. Truk-truk dengan kondisi yang mungkin belum bisa dianggap prima akan mengalami gangguan dalam perjalan dan hal ini dapat membuat pengiriman sebuah barang menjadi terlambat. Bila terjadi seperti itu maka perusahaan akan mengalami kerugian dalam segi waktu karena pada dasarnya setiap pengiriman barang selalu memiliki batas waktu.


Perusahaan pemilik barang akan merasa rugi bila angkutan yang digunakan terlambat dalam mengirim barang. Mungkin dari sini anda dapat memahami bagaimana bentuk angkutan yang layak digunakan dan yang tidak layak digunakan.


Kembali ke peraturan, saya tidak sempat mengambil ilustrasi tentang bagaimana proses saat kegiatan bongkar maupun muat barang berlangsung, karena tidak ada waktu dan juga yang mewakili saya untuk mengambil ilustrasi. Jika anda berada didekat atau didepan gudang dan anda hendak masuk karena akan melakukan kegiatan seperti muat ataupun bongkar barang, banyak hal yang pasti akan terlihat pada pintu gudang seperti larangan untuk merokok, himbauan masuk gudang seperti menggunakan helm, rompi, sepatu, filter debu, serta hak akses diperbolehkan atau tidaknya anda untuk memasuki sebuah gudang. Industri-industri tersebut seperti yang saya sebutkan sebelumnya adalah karena faktor keamanan dan keselamatan pada pekerja. Setiap orang selalu menginginkan dan memprioritaskan keamanan dan keselamatan, tidak ada orang yang ingin mengalami hal buruk saat bekerja seperti kecelakaan atau semacamnya.


Kelancaran sebuah kegiatan tergantung orang-orang yang bersangkutan. Menaati peraturan-peraturan yang berlaku pada sebuah industri ataupun perusahan dapat memperlancar proses kegiatan atau proses kerja anda disana dan terlebih lagi membuat diri anda merasakan kenyamana serta keamanan. Petugas akan menindak anda apabila anda tidak menaati peraturan atau melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. Jika hal seperti ini terjadi, siapa yang akan dirugikan? Tentu anda sendiri dan apabila anda berasal dari perusahaan luar maka anda dan perusahaan andalah yang mengalami kerugian.


Peraturan standar seperti larangan untuk merokok atau menyalakan api adalah sebuah tindakan mencegah sebuah bahaya yang akan ditimbulkan seperti kebakaran. Bila ada peraturan seperti itu dan anda ingin merokok, anda dapat bertanya kepada petugas tempat khusus yang telah disediakan untuk hal itu. Perusahaan semacam itu selalu memiliki tempat-tempat khusus seperti tempat untuk merokok, tempat untuk MCK, tempat untuk sholat dan sebagainya.


Banyak perusahaan yang menerapkan peraturan seperti memakai helm, rompi keamanan, masker pelindung debu, serta sepatu. Hal ini serta merta untuk mengantisipasi terjadinya hal buruk ketika bekerja seperti kejatuhan benda dari atas, memasuki ruangan yang berdebu (contohnya adalah bongkar muat barang) dan semacamnya. Bukan hanya dalam area industri, proyek ataupun perusahaan yang wajib menggunakan peralatan keamanan diri, area pelabuhan khusus untuk bongkar muat barang dari dulu juga menerapkan peraturan yang sama. Saat dijalan, saya pernah melihat tulisan pada sebuah truk yang berbunyi 'berhati-hatilah dijalan, keluarga anda menunggu anda dirumah'. Bila anda membaca kalimat seperti itu, maka apa yang anda rasakan? Tentunya adalah keamanan dan kenyamanan pada diri anda.


Melanggar peraturan sama halnya anda menjauhkan diri anda dari keselamatan dan kenyamanan. Kecelakaan dalam bekerja banyak sekali disebabkan karena pelanggaran daripada peraturan yang telah ditetapkan. Jika begini siapa yang rugi? Anda sendiri, bukan?!. Bila anda ingat sebuah kalimat 'kesehatan itu mahal harganya', maka janganlah anda melanggar peraturan. Perusahaan serta keluarga anda pasti akan sangat kecewa bila hal tersebut anda lakukan. Anda bekerja demi menafkahi keluarga anda dirumah, berangkat pagi pulang petang demi anak istri anda dirumah, pulang seminggu sekali, sebulan sekali mencari nafkah diatas roda berputar (pengemudi truk) demi anak istri dirumah. Jangan sampai sebuah hal yang disebut 'melanggar' mengecewakan mereka.


Semoga bermanfaat.

Pengalamanku: Tekor 150 ribu Gara-gara Kaca Spion Pecah

Banyak sekali hal hal yang sudah saya lakukan sebelumnya. Sebenarnya bukanlah sesuatu hal yang di lakukan secara sengaja. Anda pasti sedikit heran, kenapa foto profil google plus yang saya pasang menggunakan mobil barang?.. Sebenarnya mobil tersebut bukanlah mobil milik saya tapi mobil barang yang di gunakan untuk mengirim sofa serta bahan - bahan mentah untuk memproduksi sofa. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ikut terjun ke dunia mobil barang seperti ini.


Tidak seperti mengemudikan truk besar yang bekerja 24 jam, di sini memiliki jam kerja normal yakni di mulai pukul 8 pagi dan di akhiri pukul 4 sore serta libur di hari minggu. Ketika saya bergelut pada pekerjaan ini, tentu saja sebelumnya saya sudah menjadi pengemudi truk hanya saja ketika beralih ke pekerjaan ini, saya tidak keluar dari pekerjaan lama yakni pengemudi truk cuma 'cuti sementara'. Di pekerjaan yang baru ini saya tidak menjadi seorang pengemudi akan tetapi hanya menjadi seorang kenek saja.


Berbeda dengan sistem truk yang memiliki order angkutan yaitu mengangkut barang dari kapal dan dikirimkan ke sebuah lokasi pabrik hingga usai, pada pekerjaan ini yang saya lakukan adalah mengirim sofa ke alamat sang pembeli yang sangat jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya. Pengiriman barang atau sofa ini hanya sekitar kota Surabaya dan kota tetangga seperti Sidoarjo, Madura dan Gresik. Kurang hafalnya masalah nama jalan menjadi faktor penghambat saya bekerja. Ketika memutuskan berhenti sekolah dulu saya sudah terjun kedunia truk di luar Surabaya, jadi kembali ke kota asal menjadi bingung karena sudah banyak sekali perubahan yang terjadi.


Bergelut di dunia sofa seingat saya hanya bertahan kurang lebih 6 bulan saja karena memang saya sudah memiliki keinginan untuk kembali ke dunia truk seperti yang sudah saya lakukan sebelumnya. Ternyata setelah naik mobil kecil kemudian ke truk besar, saya sudah lupa kalau interiornya luas. Kebingungan ini ternyata membuahkan hasil, pecah kaca spion sebelah kanan karena pada waktu itu yang sedang saya lakukan adalah memasukan truk ke dalam gudang. Karena masih bingung soal haluan, akhirnya kaca spion kanan truk yang saya kemudikan menyenggol dinding pintu gudang dan 'pyarrrrr....', kaca spion kanan truk saya pecah. Pada saat itu posisi truk sedang muat barang, akhirnya saya ganti kaca spion kanan yang pecah sebelumnya dengan kaca spion kiri bagian bawah. Truk yang saya kemudikan pada waktu itu mempunyai 4 buah kaca spion yakni 1 buah di bagian kanan dan 3 di bagian kiri.


Peristiwa ini masih tetap saya ingat secara jelas hingga sampai saya tulis di sini. Hal ini terjadi tepat pada saat saya pertama kali mengemudikan truk setelah mobil kecil, itupun angkutan pertama saya juga. Usai mengirimkan barang, saya mampir ke toko spare part truk untuk membeli kaca spion yang saya pecahkan sebelumnya lalu memasangnya langsung dan mengembalikan kaca spion kiri yang di pindah tadi ke tempat semula. Pada waktu itu saya masih ingat apa yang saya ucapkan dalam hati yaitu 'belum dapat hasil sudah tekor Rp. 150,000 buat beli kaca spion. Memang, hidup perlu parjuangan dan pengorbanan. Sampai di sini dulu dan semoga bermanfaat.

Perbedaan Bahan Bakar Pada Kendaraan

Sebagai orang awan, mengemudikan sebuah truk merupakan hal yang cukup menyenangkan akan tetapi tentu saja sulit dilakukan apabila masih belum memiliki keterampilan mengemudikan mobil bahkan mobil pribadi sekalipun. Bila seseorang yang sudah mahir mengemudikan mobil seperti mobil pribadi tentunya tidak akan mengalami kesulitan yang berat, hanya cukup mengetahui haluan dan panjang truk saja saat belok dan saat tarikan pertama. Pada umumnya dan kebanyakan bahan bakar yang dipakai mobil kecil adalah jenis premium, sedangkan bahan bakar untuk truk adalah jenis solar.


Mobil yang menggunakan bahan bakar jenis premium memakai sistem injeksi sebagai penggerak mesin. Bila demikian, dapat dikatakan bahwa sistem injeksi memiliki tekanan yang lebih kuat dalam penarikan di awal pertama. Saya pernah mencoba jenis mobil pick up yang menggunakan bahan bakar premium, saat tarikan pertama apabila anda tidak menekan pedal gas atau menaikan sedikit RPM pada mobil tersebut maka hal yang terjadi adalah mesin mobil akan mati walaupun melepaskan kopling hanya sedikit dan pelan-pelan. Apabila anda tidak memiliki mobil dirumah, bisa diwakilkan dengan motor yang menggunakan kopling. Sepeda motor yang menggunakan kopling sama halnya dengan mobil, bila tidak menambah tekanan gas, maka mesin sepeda motor tersebut akan mati.


Bagaimana dengan truk? Karena sistem kerjanya menggunakan sistem injeksi, hal yang terjadi sangat berbeda dari mobil berbahan bakar premium, rata-rata semua truk yang telah saya coba ketika tarikan pertama adalah truk dapat berjalan meskipun posisi truk kosong atau bermuatan hanya dengan melepaskan pedal kopling tanpa menginjak pedal gas sama sekali tapi bila terlalu cepat dan terlalu banyak melepaskan kopling, mesin truk juga akan mati seketika. Salah satu pengalaman saya pada saat masih mengemudikan truk jenis build up electric. Truk seperti ini tidak kalah mewahnya dengan mobil mahal karena bersuara lirih dan nyaman dikemudikan. Apa alasannya? Pada kepala truk sudah menggunakan penyangga jenis suspensi udara atau yang biasanya di istilahkan dengan airsuspension dan juga peredam suara mesin yang sangat tebal tepat dibawah kepala truk.


Istilah airsuspension dapat anda temui pada bus-bus pariwisata saat ini. Sistem kerja injeksi pada truk tipe electric sangat berbeda dengan truk biasa pada umumnya. Truk biasa hanya menggunakan tarikan gas melalui kawat kolor pada umumnya, sedang pada truk electric sudah menggunakan sistem kabel pada pedal gas serta pengatur arus tekanan yang berada diarea sekitar mesin. Hal inilah yang menjadikan truk jenis electric lebih tangguh daripada truk biasa. Ketika mencoba menjalankan dan tanpa kestabilan kopling, mesin truk tidak segera mati akan tetapi mesin tersebut memaksa untuk bergerak dan tidak mau berhenti walaupun jalannya seperti kura-kura.


Bisa saya katakan truk tersebut sangat bandel karena walaupun berjalan lambat, truk tidak akan mau berhenti meskipun pedal rem telah diinjak, hal yang terjadi adalah truk akan meloncat-loncat dan mesin truk tidak mau mati kecuali pedal kopling diinjak terlebih dahulu barulah truk dapat berhenti seketika. Pada waktu itu truk yang saya kemudikan adalah jenis truk trinton atau truk dengan 4 gandar yang masing-masing 2 gandar untuk kemudi dan 2 gandar belakang. Selain dari tarikan pertama, berikutnya adalah lebar. Hal ini sangat perlu dipahami karena merupakan info dasar untuk mengemudikan sebuah truk, bila anda belum paham dengan benar mungkin saja dapat mengakibatkan hal buruk seperti senggol kanan dan senggol kiri karena lebar truk terlalu besar.


Berbeda dengan kendaraan pribadi pada umumnya. Bila sebelumnya anda belum pernah mengemudikan truk, maka anda akan kaget karena posisi kemudi berada sedikit lebih tinggi dibandingkan mobil biasa. Sangat terlihat bila anda akan berada diatas dan dapat melihat sekeliling anda dari dalam truk. Selain itu truk sudah menggunakan sistem angin dalam rangkaiannya seperti rem, perseneling, setir dan lain-lainnya.

Situasi Kendaraan Dulu Vs Sekarang

Jaman sekarang tidak seperti jaman dulu, dulu jalan-jalan masih sepi dengan sedikit pengguna yang memakai trans portasi bermesin. Tapi sekarang, hampir setiap hari rasanya bosan melihat jalanan yang sungguh padat kendaraan bermesin.


Jaman memang sudah berubah, dulu saat saya masih kecil, setiap hari yang terlihat dijalan kebanyakan atau dapat dikatakan lebih dominan hanyalah pengguna yang menggunakan sepeda onthel dan jalan kaki saja. Pada kala itu memang untuk mendapatkan sebuah motor sangatlah sulit karena harus membeli secara tunai. Hidup sungguh menyenangkan karena suasana masih asri dan lebih menguntungkan lingkungan. Sekarang, hampir setiap hari jalan dipenuhi kendaraan pribadi dan angkutan-angkutan niaga yang sungguh bikin pusing kepala.


Di indonesia, banyak sekali produsen-produsen kendaraan mulai dari terdepan sampai termundur. Setiap tahunnya sudah ribu unit yang diproduksi, coba bayangkan sendiri bilang satu produsen berhasil menjual ribuan produknya untuk satu tipe, kalau sepuluh tipe produk sudah berapa juta unit yang terjual. Itu hanya contoh untuk satu vendor atau produsen, kalau puluhan produsen? Apakah tidak sesak negara ini yang isinya hanya kendaraan pribadi saja? Memang sebagian besar masyarakat di Indonesia lebih memprioritaskan gengsi daripada fakta yang sebenarnya.


Banyak sekali yang menganggap bahwa naik angkutan umum sangat menyita waktu dan bahkan dapat terlambat masuk kerja, penyebabnya mungkin pengguna sudah tahu semua. Kenapa di Indonesia, angkutan umum seperti bemo atau microlet selalu lama ketika ngetime? Jawabanya adalah karena mereka mencari penumpang, semakin cepat mendapatkan penumpang maka waktu untuk ngetime tidak akan begitu lama karena tujuan utamanya adalah itu.


Mendapatkan penumpang secara cepat dapat mengurangi waktu ngetime mereka. Ngetime yang lama disebabkan tidak adanya penumpang atau angkutan mereka masih kosong yang cuma berisi segelintir orang karena orang yang sebelumnya sudah menjadi pelanggan angkutan pada saat ini sudah memiliki kendaraan pribadi sendiri.


Memiliki kendaraan pribadi sekarang ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Diawal posting telah disebutkan bahwa jaman dulu untuk mendapatkan kendaraan pribadi haruslah membeli secara tunai, tapi sekarang cuma dengan kredit saja kita sudah mendapatkannya dan itu bukanlah hal mustahil lagi. Hanya dengan uang muka yang ringan kita sudah dapat sebuah kendaraan entah itu baru atau bekas dan untuk melunasinya cukup mengangsur setiap bulan, mudah sekali bukan? Tapi apakah pengguna sudah memikirkan efek buruknya? Setiap hari macet dimana-mana, penggunaan bahan bakar yang melebihi kapasitas dan terparah lagi adalah polusi, polusi dan polusi.


Saya sendiri sebenarnya juga menggunakan kendaraan untuk bekerja yaitu truk, setiap hari selalu berada dijalan. Ketika berhenti ditraffic light, banyak sekali motor-motor yang masih dipergunakan oleh masyarakat umum, saya tidak membahas merek tapi yang ada dipikiran saya adalah tahun produksi. Kendaraan produksi tahun-tahun lama masih bebas menggelinding dijalan raya, sedangkan produsen motor selalu memproduksi ribuan perharinya, apakah semakin hari tidak semakin penuh kota ini dengan kendaraan? Kenapa kok belum ada peraturan tentang larangan untuk kendaraan-kendaraan yang sudah tua dijalan?


Sedikit pertanyaan untuk anda:
- Apakah anda tidak penat bila setiap berangkat dan pulang kerja selalu macet?
- Selalu terlambat kerja karena macet?
- Berapa liter dan berapa uang yang dihabiskan untuk membeli bahan bakar?
- Berapa kali dan berapa biaya yang dikeluarkan untuk servis?
- Berapa biaya perpanjang surat-surat kendaraan anda?
- Apakah dapat mengurangi pengeluaran anda setiap bulannya?


Kebanyakan merek produsen kendaraan yang ada di Indonesia berasal dari negara Jepang, padahal negara tersebut sangat minim sekali penggunaan kendaraannya dan lebih mengutamakan angkutan umum, pasti ada alasannya. Saya hanya bisa menulis saja diblog ini, semoga pengguna dapat memahami apa yang sudah saya ungkap dari posting ini. Mungkin inilah yang bisa saya ungkapkan kepada anda semua. Terima kasih

Cara menghentikan truk di jalan yang ramai

Menghentikan kendaraan ketika sedang berjalan pada kondisi jalan yang ramai bukanlah sesuatu ysng mudah. Peraturan yang berlaku harus dilakukan yang notabene tidak merugikan pengguna jalan yang lain seperti melihat area samping kendaraan, menyalakan lampu sein dan semacamnya agar pengguna jalan yang lain tahu bahwa kita sedang ingin berhenti dan menepikan kendaraan.


Kondisi jalan yang ramai tentu saja sedikit mempersulit keadaan untuk menepikan sebuah kendaraan. Selain berhati-hati, usahakan selalu waspada saat ketika posisi ketika ingin menepikan kendaraan karena alasan seperti keinginan untuk membuang air kecil, membeli sesuatu seperti makanan atau oleh-oleh, menerima panggilan telepon dan lainnya.


Melihat kaca spion adalah hal pertama yang wajin dikakukan diawal ketika hendak berganti lajur ke kiri atau ke kanan. Berikutnya adalah menyalakan lampu tanda arah atau sign lamp kanan atau kiri dan diikuti dengan mengurangi kecepatan kendaraan serta menggoyangkan posisi kendaraan ke tepi jalan.


Posisi jalan yang ramai tentu saja dapat mengakibatkan hal-hal yang buruk apabila kita hendak menepikan kendaraan secara sembrono seperti menabrak kendaraan yang berada disamping, menabrak kendaraan yang berada di depan bila melakukan pengereman mendadak tentu saja pengemudi yang lain yang berada di belakang tersentak kaget dan tentu saja dapat menabrak kendaraan anda dari belakang. Jika terjadi hal seperti ini, siapa yang akan di rugikan????..


Melihat kaca spion adalah hal pertama yang harus dilakukan ketika hendak berhenti untuk menepikan kendaraan, hal ini bertujuan agar pengemudi dapat mengetahui apakah ada kendaraan lain yang sedang dekat dengan kendaraan kita. Selanjutnya adalah di ikuti dengan menyalakan lampu tanda(sign) agar pengemudi lain yang pada saat tersebut sedang dekat dengan kendaraan anda dapat mengetahui apabila kendaraan yang anda kemudikan hendak menepi. Dengan memberikan lampu tanda, pengendara lain akan segera mungkin memberikan ruang dan jalan agar anda dapat menepikan kendaraan anda.


Kurangilah kecepatan kendaraan yang anda kemudikan secara perlahan agar penemudi lain yang pada saat itu berada didelakang anda tidak merasa panik dan lebih memahami bahwa anda ingin menepikan kendaraan. Pengendara lain yang berada dibelakang anda tentu akan panik apabila anda mengurangi kecepatan kendaraan secara mendadak dan dapat membuat hal yang tidak diinginkan seperti tabrakan beruntun.


Berhentilah pada lajur yang benar yaitu lajur yang tidak mengganggu pengguna jalan lain seperti ketika anda berada dijalan bebas hambatan, posisi untuk berhenti yang di sediakan adalah pada bahu jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Dengan demikian kendaraan anda akan lebih aman dari hal yang tidak diinginkan seperti di tabrak, ataupun di senggol kendaraan lainnya oleh sesama pengguna jalan. Semoga bermanfaat.

Cerita Pengalaman Di Dunia Dump Truk

Bermula pada tahun 2003 yang lalu, tidak ada salahnya sedikit demi sedikit saya berbagi ilmu kepada anda semua yang ingin bergelut didunia perniagaan khususnya pengemudi truk karena mungkin dari semua pengemudi truk yang ada, tidak semua dapat berbagi informasi melalui blog. Tentu saja hal ini tidaklah mudah apalagi kita sebagai pengemudi harus memahami dahulu blog yang akan dibangun.


Sama halnya belajar membuat sebuah blog, belajar mengemudi tentunya bisa dikatakan susah-susah gampang. Maksudnya adalah bila kita melihat orang mengemudikan mobil atau truk terlihat sangat enjoy sekali, tinggal menekan gas sambil memegang kemudi saat menjalankannya. Tapi dibalik itu semua, tidaklah mudah untuk melakukan hal seperti itu dan bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama.


Ini adalah kisah yang saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Bermula pada tahun 2003 yang lalu saat saya duduk dikelas satu Sekolah Menengah Kejuruan. Pada saat itu itu ambisi untuk bersekolah pada diri saya sudah mulai pudar. Tidak ada semangat lagi untuk hal itu, tapi dibenak juga terlintas tentang apa yang dapat saya lakukan bila hanya bermodal ijazah SMP saja? Karena jaman sekarang sangat sulit untuk mencari pekerjaan hanya bermodal ijazah seperti itu. Dalam pikiran saya mungkin hanya bisa diterima sebagai pekerja bangunan atau sederajat. Tidak ada tujuan lain dalam hati saya karena memang sudah tidak ada pilihan.


Pada keadaan yang sama pada saat itu ibu saya yang berprofesi sebagai pedagang atau lebih umumnya memiliki sebuah warung yang berada diluar kota, pulang dan menyayangkan apa yang terjadi pada diri saya. Tidak ada jalan lain, akhirnya saya mengikuti ajakan orang tua saya untuk membantu berjualan.


Setiap orang yang berdagang pasti mencari tempat yang ramai orang dan dekat dengan jalan raya. Seperti inilah lokasi warung milik orang tua saya. Dari dulu ketika saya bersekolah sampai sekarang inilah barulah saya mengetahuinya.


Posisi warung yang berhadapan langsung dengan jalan raya dan berjajar dengan tempat cuci mobil dapat mendukung kehidupan keluarga kami dan dari sinilah cerita saya menjadi seorang pengemudi truk dimulai.


Karena bersebelahan dengan tempat pencucian mobil, saya pun selain membantu diwarung juga ikut berperan serta menjadi pegawai cuci mobil tersebut. Cuci mobil yang saya ikuti bukan serta merta sebagai karyawan tetap tapi, sebagai buruh lepas. Pengertiannya adalah bila kita mendapatkan pasien sebuah truk, maka harga mencuci sebuah truk tersebut akan dibagi untuk berapa orang yang mencuci truk itu dan hanya dipotong biaya pompa air. Dimulai dari pagi hari dan diakumulasikan sampai cucian tersebut tutup lalu hasil yang didapatkan dibayarkan pada hari itu juga. Dengan kata lain seperti kerja borongan, bila kita kerja kita akan dibayar dan bila kita tidak bekerja maka tidak ada bayar. Karena bersistem perkerja lepas, tidak ada hal yang namanya PHK. Penghasilan inilah yang saya pakai untuk kebutuhan saya sendiri tanpa mencapurkannya dengan membantu di warung.


3 bulan bergelut didunia cuci mobil akhirnya saya berhenti sementara karena ada seorang pengemudi truk yang mengajak saya ikut bergabung menjadi keneknya.


Mungkin kenyataan ini sangat berbeda sekali ketika anda belajar mengemudi melalui kursus dan belajar langsung dari pengemudi truk aslinya. Ini adalah pemikiran saya sendiri jika anda belajar melalui kursus, anda mungkin merasa tenang karena mobil atau truk yang anda pakai adalah khusus untuk belajar ditambah pelatih yang cukup baik. Anda mungkin merasa tenang karena sudah bayar kursus tersebut jika terjadi tabrakan kecil, penyok, tergores dan semacamnya.


Apa yang ada dipikiran anda bila yang sedang anda gunakan untuk belajar mengemudi adalah mobil anda sendiri? Mungkin anda akan berfikir dua kali tentang hal ini. Selama proses belajar mengemudi, kendaraan yang saya gunakan adalah truk yang digunakan setiap hari untuk mencari nafkah hidup. Coba anda bayangkan, bila saat belajar, saya melakukan kesalahan yang ringan atau fatal, siapa yang bertanggung jawab?.


Mungkin bila anda belajar kursus mengemudi, anda akan didampingi pelatih yang baik, tenang, dan sabar. Berbeda dengan saya, tidak ada yang namanya baik, tenang ,dan sabar. Bila bisa saya katakan, saya seperti belajar mengemudi dengan sistem militer, karena saya tahu, hal terpenting dari sebuah proses pembelajaran adalah tanggung jawab. Tidak ada yang namanya baik dalam hal ini, banyak sekali hinaan dan cercaan yang muncul meskipun yang saya lakukan hanyalah sebuah kesalahan kecil. Tidak ada yang namanya sabar karena sebuah kesalahan besar terjadi, maka sedikit pukulan sebagai tindankan tegas kepada saya.


Tidak ada hal buruk yang terlintas dalam pikiran saya pada saat itu karena impian saya yang ingin saya kejar adalah bagaimana caranya agar saya cepat bisa menguasai mengemudikan sebuah truk. Saya hanya diberi waktu maksimal dua minggu untuk menguasainya, bila terlewat dari waktu yang ditentukan maka saya dianggap orang yang kurang cekatan dan mengecewakan. Dengan demikian saya tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk bergelut didunia truk.


Satu minggu pertama ketika mulai menginjakan kaki didunia truk, hal yang saya perhatikan adalah tingkah laku pengemudi yang sedang menjalankan truknya. Sangat terlihat mudah dan menyenangkan. Hal inilah yang membuat saya membulatkan tekat untuk belajar.


Karena sebelumnya sudah memiliki teori pemahaman tentang tata cara mengemudikan truk, proses belajar yang saya anggap seperti militerpun hanya saya alami sekitar tiga hari saja. Karena pada hari keempat dari waktu yang ditentukan yaitu dua minggu, saya sudah berhasil menguasai pemahaman tentang mengemudi truk. Mulai hari itu juga saya berani mengemudikan sendiri truk yang saya bawa dan tentu saja didampingi pengemudi aslinya karena status saya masih kenek.


Kesimpulan
Bila anda memiliki niat dan tanggung jawab yang besar pada proses belajar, contohnya seperti saya, maka tidak mustahil hal tersebut dapat terlaksana secara cepat. Tapi bila niat anda hanya sepotong-sepotong saja, mungkin anda akan mengalami kesulitan dan bahkan menyerah ditengah jalan.


Saat belajar mengemudikan truk, hal pertama yang saya utamakan adalah keselamatan, niat dan tanggung jawab. Karena hal inilah saya berhasil membuktikan bahwa diri saya bisa melakukannya. Bila anda bertanya dimana dan kapan saya belajar? Karena saya ingin cepat menguasainya, saya belajar pada waktu atau hari kerja dimana jalanan masih padat dan tepatnya dijalanan yang saya lewati tiap hari. Karena sistem belajar seperti itu akan cepat membuat anda lebih memahami dan menguasai proses belajar mengemudi. Terima kasih banyak atas waktu anda pada catatan ini. Semoga bermanfaat.